KIELFA 082221432310 PIN BB:2833B32B
Select Page

Satu Gelas Alkohol Sehari Sudah Bisa Picu Kanker Payudara

Peneliti sudah lama tahu bahwa konsumsi alkohol secara berlebihan akan meningkatkan risiko kanker, salah satunya kanker payudara. Tetapi nyatanya tak perlu banyak-banyak minum alkohol, risiko kanker itu tetap ada lho.

Adalah World Cancer Research Fund dan American Institute for Cancer Research yang menemukan bahwa minum satu gelas bir atau wine dalam sehari saja sudah cukup meningkatkan risiko kanker payudara, khususnya pada wanita.

Menurut peneliti, kenaikan risikonya mencapai 5 persen untuk wanita premenopause, sedangkan pada wanita yang telah memasuki masa menopause, kenaikan risikonya sebesar 9 persen.

“Memang kelihatannya kecil, tetapi risiko ini bisa terus naik jika Anda minum setiap hari,” kata ketua tim peneliti, Dr Anne McTiernan seperti dilaporkan CNN.

Peneliti mendasarkan kesimpulannya dari analisis terhadap 119 studi tentang risiko kanker payudara, yang bila ditotal melibatkan 12 juta partisipan dan lebih dari 260.000 kasus kanker payudara.

Ada sejumlah penjelasan di balik keterkaitan konsumsi alkohol dengan risiko kanker ini. Pertama, di dalam tubuh, alkohol diubah menjadi acetaldehyde, senyawa yang dapat menyebabkan mutasi pada DNA yang berpotensi mengakibatkan kanker.

Di sisi lain, konsumsi alkohol juga dikaitkan dengan peningkatan kadar hormon estrogen yang sudah lama dipahami sebagai faktor risiko utama dari kanker payudara. “Terlebih lagi, sejumlah studi memperlihatkan bahwa alkohol dapat meningkatkan kinerja estrogen di dalam sel-sel kanker payudara,” terang Chin-Yo Lin dari University of Houston, menanggapi studi ini.

Lin sendiri pernah memimpin sebuah studi yang kemudian dipublikasikan dalam jurnal PLOS One di tahun 2015. Dalam risetnya tersebut ditemukan bahwa alkohol bisa menyuburkan pertumbuhan sel-sel kanker dengan mempengaruhi sebuah gen khusus yang disebut BRAF, yang berarti membuat sel-sel kanker tersebut bisa tumbuh lebih cepat ketika terpapar estrogen.

Untungnya studi yang dilakukan McTiernan juga memastikan jika risiko kanker payudara dapat diturunkan dengan aktivitas fisik. Semisal pada wanita pasca menopause, aktivitas seperti jalan kaki rutin mampu menurunkan risiko tersebut. Sedangkan untuk wanita premenopause, aktivitas fisik agak berat seperti bersepeda dan lari bisa menurunkan risiko kanker payudara.

Pakar mengatakan, mereka yang memiliki keaktifan fisik cenderung memiliki risiko kanker yang lebih rendah, tetapi efek ini paling dirasakan mereka yang berisiko terkena kanker payudara. Penurunan risikonya sendiri mencapai 20-30 persen. Di samping itu, menyusui juga dipastikan memberikan manfaat yang sama.

Secara garis besar, McTiernan merekomendasikan beberapa hal yang bisa dilakukan wanita untuk mengurangi risiko kanker payudaranya, antara lain:

  • Mempertahankan berat badan tetap normal
  • Berolahraga sedikitnya 150 menit perminggu dengan olahraga yang intensitasnya sedang seperti jalan kaki
  • Membatasi konsumsi alkohol
  • Memperbanyak sayur dan buah, serta mengurangi gula dan karbohidrat olahan