KIELFA 082221432310 PIN BB:2833B32B
Select Page

Mendengkur bukan soal sepele

Anda punya kebiasaan mendengkur? Atau justru pasangan Anda yang suka mendengkur? Siapapun penderitanya, mendengkur dapat mengganggu orang yang tidur bersamanya, entah itu istri atau suami, anak-anak yang sekamar dengan orang tuanya, saudara, teman, dan lain sebagainya. Ada yang pernah berpendapat jika seseorang yang suka mendengkur mengubah posisi tidurnya, dia akan berhenti mendengkur, tetapi yang berhenti hanya dengkurannya, bukan kebiasaannya. Di lain waktu mereka pasti akan mendengkur lagi.

Bagi pasangan suami istri, kebiasaan mendengkur dapat mengganggu keromantisan mereka saat menghabiskan malam berdua. Karena selain membuat orang lain terganggu sampai terbangun sehingga kurang tidur, hal itu juga bisa menimbulkan cekcok, bisa-bisa pasangannya akan memilih tidur di sofa saja daripada di kamar. Tetapi bagi si pelaku, mendengkur justru dapat menjadi sebuah tanda munculnya gangguan pola tidur yang memerlukan penanganan medis.

Sebelum mengatasi kebiasaan mendengkur, Anda perlu paham tentang mendengkur itu sendiri. Seperti yang dikutip dari The Times Of India, suara muncul karena adanya getaran yang mengakibatkan partikel-partikel di udara membentuk gelombang suara, begitu juga dengan suara yang muncul dari tubuh kita. Aliran udara yang besar menyebabkan jaringan-jaringan pada hidung dan tenggorokan bergetar dan menghasilkan suara dengkuran. Mengapa bisa begitu? Anda perlu memperhatikannya kesehatan saluran pernafasan Anda. Suara dengkuran yang sangat kencang bisa jadi sebuah pertanda sleep apnea – sebuah gangguan tidur yang disebabkan oleh pernafasan yang putus-putus.

Seorang pendengkur akan berusaha keras untuk bernafas, sehingga hal ini memacu kerja jantung lebih cepat untuk mencegah kurangnya oksigen dalam darah. Hal ini menjawab anggapan yang selama ini mengatakan bahwa orang yang mendengkur tubuhnya cenderung gemuk, anggapan itu salah karena mereka mendengkur bukan karena tubuhnya yang gemuk, tetapi karena organ pernafasan mereka sedang berusaha keras untuk bernafas. Orang kurus pun bisa mengalaminya dengan volume dengkuran yang sama besar dengan orang gemuk, jadi tidak ada bedanya.

Tidur yang berkualitas merupakan kebutuhan mendasar bagi semua orang, karena pada saat tidur tubuh sedang memproduksi hormon-hormon yang penting bagi tubuh seperti hormon pertumbuhan, hormon melatonin dan kortisol yang membantu memperlancar kerja tubuh. Contohnya pada anak kecil, pertambahan tinggi badan, berat badan, pertumbuhan otak terjadi saat mereka tidur malam hari. Demikian juga dengan orang dewasa. Karena itu jika tubuh Anda kurang tidur, resiko terserang obesitas, penuaan dini, hipertensi dan kelelahan itu akan mengintai Anda. Jika telah terserang hipertensi, akan ada bahaya lain yang mengintai yaitu stroke, gangguan jantung dan berkurangnya sistem imun dalam tubuh Anda. Supaya mendengkur tidak memicu munculnya penyakit lainnya, si penderita harus mengonsultasikan diri mereka dengan bidang THT untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Sebenarnya bagaimana sih proses munculnya dengkuran itu? Pada saat kita duduk dan dalam keadaan sadar, sirkulasi udara dari hidung dan mulut kita lancar dan tidak ada masalah. Demikian juga halnya saat kita berolahraga berat membuat nafas kita tersengal-sengal, hingga memunculkan suara. Nah pada saat tidur, area di belakang tenggorokan mengecil, sehingga udara yang melewati area sempit tersebut membuat jaringan-jaringan di sekitarnya menjadi bergetar dan menimbulkan suara, itulah yang disebut mendengkur.

Mendengkur sendiri punya beberapa macam, penyakit yang diidentifikasi melalui dengkuran menjadi beragam pula. Jika Anda memperhatikan seseorang yang mendengkur meski mulutnya tertutup bisa menjadi pertanda adanya gangguan kesehatan pada bagian lidah mereka, sedangkan mendengkur dengan posisi mulut yang terbuka merupakan bisa menandakan gangguan pada tenggorokan mereka, mendengkur dengan posisi tidur tengkurap merupakan bentuk mendengkur yang tidak parah dan mudah diatasi. Yang terparah adalah jika seseorang mendengkur dengan berbagai posisi di atas, misalnya saat mulut terbuka mendengkur, saat mulut tertutup mendengkur lagi, saat tengkurap mendengkur juga, hal ini perlu diwaspadai. Dikuatirkan sebuah penyakit yang lebih serius sedang dideritanya. Terlebih lagi dengan bertambahnya usia, kebiasaan mendengkur akan semakin memburuk jika tidak ditangani.

Mengubah gaya hidup bisa membantu seseorang untuk mengatasi kebiasaan mendengkur. Menurunkan berat badan, berhenti merokok dan minum alkohol, mengurangi porsi makan malam juga dapat membantu Anda mengurangi dengkuran. Saat tidur Anda disarankan untuk tidur menyamping dan menggunakan bantal yang lebih tinggi dari biasanya, menggunakan nasal strips untuk membantu kelancaran nafas Anda serta spray untuk melegakan jaringan tenggorokan Anda. Untuk penderita mendengkur yang lebih serius, perlu menggunakan masker hidung atau wajah yang menggunakan mesin untuk memperlancar sirkulasi udara saat tidur. Dan yang lebih ekstrim lagi, tidak tertutup kemungkinan dilakukan operasi bagi penderita mendengkur.

Bagi Anda atau pasangan dan keluarga Anda yang punya kebiasaan mendengkur, segeralah periksakan diri ke dokter THT sambil mencoba beberapa teknik di atas, supaya Anda terbebas dari kebiasaan buruk tersebut sehingga tidur Anda kembali normal, orang lainpun tidak terganggu lagi.

Sponsor: Cream Pemutih Wajah